Sabtu, 16 Oktober 2010

Aku dan Hijab

Aku adalah seorang remaja putri yang belum pernah tersentuh dan merasakan apa yang dinamakan cinta dari seseorang pria yang bukan muhrimku.
Aku bahkan belum pernah menyaksikan apa indahnya cinta..
Bagaimana bentuknya?
Kenapa mereka selalu menyanjung cinta?
Oh Tuhan, apakah aku yang tak normal?


Ini yang menjadi masalahku..
Bayangan itu selalu menghinggapi pikiranku..


Aku hanya menjadi pendengar setia curahan hati dari sang kawanku..
Bagaimana hubungan mereka dengan pasangannya masing2..
Bercerita indahnya masa pacaran..
Pergi dan jalan berdua..
Berpegangan tangan mesra..
Argh, aku hanya bisa menahan rasa tangis..


Hingga sampai dengan ibuku menasihatiku..
"Nisa..
Sampai kapan kamu mempertahankan prinsipmu?
Bukannya ibu tak setuju dengan prinsipmu, tapi cobalah kamu pahami hidup yg sebenarnya, Nak..
Jika kamu terlalu tertutup, bagaimana kamu akan menikah?
Setiap ada lelaki yg tertarik padamu, kenapa kamu menjauh?
Ingat..
Kamu hidup bukan hanya untuk agama saja..
Tapi hidup kamu harus seimbang antara dunia dan akhirat"


Sesaat aku terdiam..
Perkataan ibu sangat menyentilku..
Ya Tuhan, apa yang harus aq lakukan?

Read More...... (click here)

Selasa, 12 Oktober 2010

10 ALASAN UNTUK TIDAK MEMINUM SOFT DRINK

Ada beberapa alasan kenapa Sofdrink itu dapat merusak kesehatan kita. (padahal saya pecinta softdrink..huhu) nih ada beberapa point artikel yang saya dapatkan dari beberapa sumber :
semoga bermanfaat.


1. Softdrink menguras air dalam tubuh. Seperti halnya diuretik yang bukannya memberikan air untuk tubuh kita, tapi malah menghabiskannya. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrinks memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh kita. Untuk mengganti air ini, orang harus minum 8-12 gelas air untuk setiap gelas yang diminum.

2. Softdrink tidak pernah menghilangkan rasa haus karena Softdrink bukanlah air yang diperlukan oleh tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus - menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat serius. Pada gilirannya akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan dan menimbulkan berbagai penyakit.

3. Tingkat kandungan fosfat yang tinggi dalam softdrinks dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Softdrink terbuat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan penyakit jantung ( kekurangan magnesium), osteoporosis ( kekurangan kalsium ) dan banyak lagi. Sebagian besar vitamin tidak berfungsi di dalam tubuh tanpa adanya mineral.

4. Softdrink dapat membersihkan karat pada bumper mobil atau benda benda logam lainnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya.

5. Jumlah gula yang tinggi dalam softdrinks menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah besar, yang mengakibatkan “benturan gula”, Kelebihan dan kekurangan gula dalam insulin dapat menyebabkan diabetes dan penyakit yang terkait dengan ketidakseimbangan dalam tubuh. Keadaan ini dapat mengganggu pertumbuhan anak sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup.

6. Softdrinks sangat mempengaruhi pencernaan. Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat. Softdrink bila diminum bersamaan dengan kentang goreng akan membutuhkan waktu berminggu minggu untuk di cernakan.

7. Softdrink mengandung aspartame, yang di hubungkan dengan depresi, insomnia, penyakit saraf dan banyak penyakit lainnya. Di Amerika, FDA telah menerima lebih dari 10.400 keluhan konsumen terhadap aspartame.

8. Softdrink: bersifat sangat asam, sehingga dapat menembus garis sambung pada kaleng alumunium dan dapat melumerkan kaleng tersebut bila disimpan terlalu lama. Pasien penderita alzheimer yang telah diotopsi semuanya memiliki kadar aluminium yang sangat tinggi dalam otaknya. Logam berat dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan syaraf dan penyakit lainnya.

9. Softdrink bersifat sangat asam, tubuh manusia secara alamiah memiliki pH 7,0. Softdrink memiliki pH 2,5, artinya anda memasukkan sesuatu yang ratusan ribu kali lebih asam ke dalam tubuh anda. Penyakit berkembang dalam lingkungan asam. Softdrink akan mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan di sekitar organ tubuh. Contohnya, pH tubuh penderita kanker atau randang sendi selalu rendah. Semakin parah penyakit seseorang, semakin rendah pH tubuhnya.

10. Jangan pernah berpikir untuk meneguk Softdrink saat anda terkena demam atau flu, Softdrink akan mempersulit tubuh melawan penyakit tersebut.

Read More...... (click here)

Senin, 09 Agustus 2010

Doa Cinta...

Aku rindu padamu karena kau merindu pada Allah...
Amin...

Aku mencintaimu karena kau mencintai Allah...
Amin...

Aku menghormatimu karena kau patuh pada aturan Allah...
Amin...


Aku menyayangimu karena kau menyayangi Allah...
Amin...

Aku sabar menanti dirimu karena kau sabar menghadapi ujian Allah...
Amin...

Aku berjarak denganmu karena kau mentaati larangan Allah...
Amin...

Aku rela tak melihat matamu karena mata hatimu terjaga dari godaan syaiton...
Amin...

Aku bertasbih semoga cintamu pada Allah melebihi cintamu padaku...
Amin...

Terimakasih Cinta...
Semoga kau selalu mencinta...^_^

Read More...... (click here)

Rabu, 04 Agustus 2010

Pesan Bijaksana

Jika kamu memancing
ikan..
Setelah ikan itu terikat di mata kail,hendaklah kamu mengambil ikan itu..
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja..
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup..



Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang..
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya..
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja..
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya tentangmu..

Jika kamu memiliki seseorang,terimalah apa adanya..
Janganlah kamu
terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa..

Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kekhilafan bukan mudah bagimu untuk menerimanya..
Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya..

Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus berjalan..

Jika kamu telah memiliki sepiring nasi..
Yang baik untukmu..
Mengenyangka.Berkhasiat.
Mengapa kamu lengah,
Kamu mencoba
mencari makanan yang lain..
Kamu berambisi ingin mengejar kelezatan.
Kelak,nasi itu akan basi dan kamu tidak dapat memakannya.
Kamu akan
menyesal..

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang
insan..
Yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu.
Mengasihimu.
Mengapa kamu lengah,
Kamu coba bandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak,kamu akan kehilangannya
Apabila dia
menjadi milik orang lain kamu juga akan menyesal..

Read More...... (click here)

Untuk Calon Suamiku

Terinspirasi dari catatan seorang ikhwan
Dan didedikasikan untuk seorang ikhwan
(abangku yang baik hatinya dan lembut sikapnya)


Assalammu’alaikum calon suamiku..

Semoga Allah selalu memberkahi setiap desah nafas kita..




Apa kabar CINTA?

Masihkah kau padaNya?

Apa kabar HATI?

Masihkah kau menyebut namaNya?

Apa kabar IMAN?

Masihkah kau mempercayaiNya?

Apa kabar SIKAP?

Masihkah selembut sutera?



Ikhwanku...

Afwan...

Sebelumnya adik meminta maaf beribu-ribu maaf..

Setelah adik membaca suatu catatan...

Tentang arti menunggu..

Kini kusadar jika kau punya alasan sendiri mengapa sampai saat ini aku diminta menunggu..



Ikhwanku..

Syukron telah menjawab segala kerisauan hati..


Menjawab kebimbangan yang terus menggoyah iman..

Jawabanmu telah menghapuskan gelisah yang selama ini menghantui..

Gelisah menunggu waktu itu tiba..

Gelisah merindukan sesosok pria hadir dalam kehidupan keseharianku..

Gelisah memandang bayang-bayangmu dalam anganku..

Gelisah mengharapkanmu sedang kau tak pernah tau apa harapanku..

Gelisah kau akan berpaling pada gadis muda yang jauh lebih ranum dibanding aku yang kian usang dimakan usia karena terlalu lama menantimu..

Gelisah karena semata-mata adik takut kehilangan cinta darimu..



Ikhwanku..

Seharusnya adik bisa sedikit lebih bersabar menanti waktu..

Mungkin “menunggu” sesuatu yang belum diketahui sangat membosankan..

Tapi sangatlah tidak mungkin lagi bila adik meminta disegerakan urusan ini jika Allah mengkehendaki untuk ditangguhkan sementara..



Ikhwanku..

Yakinkan adik bahwa semua jalan kita telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz..

Yakinkan adik bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar..

Yakinkan adik bahwa janjiNya nyata dapat dipercaya..

Yakinkan adik bahwa dibalik kesunyian jiwa ada suatu ujian Ilahi pada hambaNya..

Yakinkan adik bahwa jika kita berniat tulus karenaNya,maka Allah akan memberkahi cinta kita..

Dan kupasrahkan diri dalam kehampaan mencari kasih abadi...



Ikhwanku..

Ajari adik untuk selalu menjaga nama baikmu..

Ajari adik untuk menjaga amanatmu..

Ajari adik untuk menjaga perasaanmu..

Di laku apapun dalam lurus aturanNya..

Tak lekang oleh waktu...

Dan biarkanlah selama masa menunggu,

Adik belajar mengerti tentang pribadimu..

Kau tetap yang di hati setelahNya..



Ikhwanku..

Semangat ya..

Adik ingin melihatmu seperti yang kau inginkan..

Adik ingin melihatmu berjuang untuk keluarga, bangsa dan agama ini terlebih dahulu..

Memang kuakui adik sangat membutuhkan kasih sayangmu sebagai insan pilihanNya..

Tetapi ada hal yang lebih penting lagi bagimu untuk berjuang menggeluti zaman yang semakin tak karuan..

Sempurnakanlah ibadahmu terlebih dahulu ya ikhwan..

Bahagiakanlah mereka yang telah membesarkan namamu..

Berikanlah senyuman terindahmu bagi mereka yang mengalami kesedihan karena terlalu banyak bencana melanda negeri ini..

Berlaku baiklah pada setiap makhluk ciptaanNya yang mengalami kesusahan..

Karena kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri..



Ikhwanku..

Dalam penantianmu..

Dalam harapan yang kusemai..

Dalam doa yang kupanjat..

Pasti ada hikmah..

Hikmah yang pasti..

Hikmah pada kasih yang dinanti..

Hikmah meraih kebahagiaan sejati..

Hingga aku merasakan semakin dekat padaNya..

Setelah aku pernah melalaikanNya..

Terlena dengan cinta dunia..



Ikhwanku..

Di penghujung sepertiga malamku..

Di keheningan nan syahdu..

Di kesepian menyelimuti qalbu..

Yang kuingat hanyalah kau dalam tiap doaku..

Yang kuharap hanyalah kau sebagai pemimpinku..

Dan aku akan setia menunggumu..

Datang dan bersatu dalam mahligai rumah tangga yang diberkahi Allah..

Semoga ada anugerah pada kita untuk dimudahkan dalam menyempurnakan sebagian agama..

Seperti munajat kita di setiap malam..

Amin...




-ukhtimu yg setia menunggu-

Read More...... (click here)

Senin, 19 Juli 2010

Sedalam Doaku

Bismillahirrahmannirrahiim...
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Ya Allah…
Seandainya telah Engkau gariskan…
Namanya tertera dalam Lauhul Mahfudz untukku..
Dan dialah orang pilihan-Mu buatku…
Dekatkanlah kami dalam cinta-Mu..
Izinkanlah kami tuk saling mengenal satu sama lain..

Maha Besar Allah yang memakai akan kemuliaan..
Muliakanlah hati kami dalam memadu kasih-Mu
Satukanlah jiwanya dengan jiwaku…
Tiupkanlah aroma kebahagiaan antara kami…
Agar kemesraan itu abadi karena-Mu…

Ya Allah Ya Tuhanku..
Maha Suci Engkau, sang pemilik kekuasaan…
Sucikanlah hati kami dalam mengarungi hidup ini…
Ke dermaga rahmat-Mu..
Kelak tempat kami bersandar..
Yang selamat dan sejahtera…

Ya Allah...
Hanya Engkau yang Maha Mengetahui..
Sedang aku tiada mengetahui..
Engkaulah yang mengetahui segala sesuatu yang gaib..
Maka mudahkanlah jalan kami…
Bimbinglah setiap jejak langkah kami menuju hariban-Mu..

Tetapi ya Allah…
Jika menurut pengertian Engkau urusan ini berbahaya..

Bagiku dan agamaku serta penghidupanku..
Sesungguhnya aku ridho dengan apapun keputusan-Mu..
Aku rela pada takdir-Mu..
Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku…
Jauhkanlah diriku daripadanya..
Lenyapkanlah dia dari ingatanku…
Musnahkan dia jauh dari pandanganku…
Dan peliharalah aku dari kekecewaan…
Yang kerap melumpuhkan imanku..

Wahai Tuhanku yang Maha Bijaksana…
Berikanlah aku kekuatan…
Bawa pergi bayangannya jauh ke langit tak berujung…
Hilang bersama senja yang merah…
Biarkan angin menghembuskan sisa namanya..
Agarku senantiasa merasa damai…
Walaupun tanpa bersama dengannya…

Ya Allah yang tercinta…
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan…
Adalah yang terbaik untukku…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui…
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini bagaimana adanya…
Dan jadikanlah aku orang yang ridha dengan pemberian itu..

Read More...... (click here)

Nania dan Rafli

Just sharing from milist...

________________________________________________
Assalamu'alaikum wr.wb.



Bagi yang cakep jangan sombong, bagi yang kurang cakep jangan minder, bagi

yang belum menikah kisah ini sebagai guidance/petunjuk untuk melangkah dan

bagi yang sudah menikah sebagai instropeksi. If you want to look someone

beauty, you should see at someone heart.



Selamat menikmati kisah berikut, smoga bermanfaat.

------------ --------- --------- ------------ --------- -------



Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia

mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang,

hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi

bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan

Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama

herannya.



Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.



Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari

sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.

Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.



Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan

lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali

beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua

menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik

nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!



Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil

dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian

di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap.

Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan

Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat

karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab

kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.



Kamu pasti bercanda!



Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua,

disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa

dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania

bercanda.



Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang

balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!



Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang

melamarnya.



Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli

berani melamar anak Papa yang paling cantik!



Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda

baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu

berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh

selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.



Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif

bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa

saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?



Nania terkesima.



Kenapa?



Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.



Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana,

sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca

puisi seprovinsi. Suaramu bagus!



Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur.

Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan

laki-laki manapun yang kamu mau!



Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa,

kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian

mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.



Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.



Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat

tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.



Tapi kenapa?



Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan

biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.



Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.



Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!



Cukup!



Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi

parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana

tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan

melihat pencapaiannya hari ini?



Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli.

Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya.

Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak

'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah

menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya

menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.



Mereka akhirnya menikah.



***



Setahun pernikahan.



Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik

di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya,

Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar

tampak di mata mereka.



Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga

Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau

cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu

sangat bahagia.



Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.



Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.



Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak

percaya.



Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang

tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik,

pintar, dan punya kehidupan sukses!



Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini

dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.



Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.



Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!

Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?



Rafli juga pintar!

Tidak sepintarmu, Nania.



Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.

Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.



Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik

mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.



Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!

Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.



Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah

menikah dan sebentar lagi punya anak.



Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti.

Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan

satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah

mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih

dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania

memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud

Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.



Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu

khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya

maksud baik..



Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus

pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti

kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.



Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!



Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa,

dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji

yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika

bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.



Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin

gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar

dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu

berada di puncak!



Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan

bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan

kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.



Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.

Cantik ya? dan kaya!



Tak imbang!



Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania

belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan

bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.



Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak.

Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu

itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.



***



Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu

dari waktunya.



Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera

dikeluarkan!



Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke

dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga

perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal,

hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.



Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya

waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan

menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta

orangtua Nania belum satu pun yang datang.



Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat

pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan

melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi

pembukaan berjalan lambat sekali.



Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit,

kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.



Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan.

Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang

tinggi.



Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah,

didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu

kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.



Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa

menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya.

Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa

ditelannya.



Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua

kehidupan.



Dokter?



Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.



Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau

begitu? Bagaimana jika terlambat?



Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang

karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar

operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.



Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat

ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan

dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu

yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir,

telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya,

dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan

diri.



Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir

lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.



Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.



Pendarahan hebat!



Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada

varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!

Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.



Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali.

Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.



Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung

beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya

dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.



Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.



***



Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari

kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga

anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu

sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak

sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.



Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di

rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil.

Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania

dengan Rafli.



Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah

sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak

perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh,

dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.



Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran

kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU.

Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili

mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan

bercanda mesra..



Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.



Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil

mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.



Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir

untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit,

mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang

lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan

membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu.

Sambil tak bosan-bosannya berbisik,



Nania, bangun, Cinta?



Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan

Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa

melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang

menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.



Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya.

Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak

bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.



Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata,

gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di

wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.



Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah

penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.



Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan

mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan

airmata yang meleleh.



Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.



Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.

Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun

terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke

sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu

cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja

datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang

jatuh cinta.



Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur.

Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur.

Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu

tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?



Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu

meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan

paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.



Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.

Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran,

nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti

juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu

bertahun-tahun.



Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di

sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang

berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum

hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.



Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di

jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas

hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua

berbisik-bisik.



Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!



Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.



Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya

memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!



Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.



Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin

frustrasi, merasa tak berani, merasa?



Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di

luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu

begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?



Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah

mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.



Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua,

anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan

yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi

sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah

direbut takdir dari tangannya.



Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa

yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Read More...... (click here)

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Hanya seorang muslimah yang berharap selalu berada di jalanNYA..

Jadwal Shalat

Hits Counter

Website counter

KONTAK YM